Pencarian
Arsip
Entri Populer
-
pada tutorial kali ini kita akan belajar cara mengurutkan data di Microsoft Excel, jadi pada umumnya data-data yang diolah dengan aplikasi ...
-
Pastikan anda telah pempelajari materi sebelumnya tentang Rumus dan Jenis-jenis Operator di tulisan saya sebelumnya. jika belum silahkan...
-
Salah satu tugas yang dapat Anda lakukan menggunakan command prompt adalah untuk sepenuhnya menghapus setiap program di komputer Anda. Tent...
-
Sebelumnya udah pada tau belum apa itu XSS Vulnerability? XSS Vulnerability adalah suatu cara memasukan code/script HTML kedalam suatu w...
-
Sebuah blog akan terasa lebih hidup dengan adanya musik dan pengunjungpun akan lebih betah berada pada blog kita karena mereka merasa te...
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 17 Februari 2012
RENUNGAN BUAT SAHABAT
Renungan Buat Sahabatku Sahabat, Kita pernah bersimpuh dihadapan-Nya,
menyusun sujud pada debu-Nya yang gelap. Kita sulam kata pinta, kita
rangkai kalimat doa, memohon agar dalam hidup ini kita diberikan
segalanya yang terbaik, agar Dia tunjuki kita jalan...
yang lurus, istiqomah di tengah fitnah, sabar di tengah makar, ikhlas
menghadapi hidup yang keras. Kemudian air mata kitapun mengalir
membasahi malam, sunyi, sepi… Sahabat, Namun hari ini kita lupa lagi
dengan sebait pinta yang pernah meluncur deras dari lisan kita yang
penuh dosa. Lupa akan arti kehidupan, lupa akan perjumpaan dengan-Nya,
lupa akan ‘azzam yang sudah lama tertanam, lupa akan suatu hari dimana
kelak tak sebaitpun doa akan didengarkan-Nya, tak sejuruspun sujud ada
artinya, tak ada arti setiap tangis yang meringis. Kita kembali lupa,
entah apa penyebabnya, tanyakanlah pada hati kita yang paling dalam, apa
yang terjadi dalam diri kita, kenapa kita senantiasa mengingkarinya.
Sahabat, Kehidupan yang kita lalui ini, sangatlah tidak berarti,
masihkah kita tak mengerti, masihkah pura-pura tuli, ada kehidupan
setelah ini!!! Bila wajah pucat kaku itu adalah wajah kita, bila tubuh
lemah yang terbujur itu adalah tubuh kita, bila tangis itu adalah tangis
melepas kita, apa yang dapat kita lakukan? kepada siapa kita kembali
kalau bukan kepada Rabb yang jiwa kita ada dalam genggaman-Nya?
Sahabat, Kini, masihkah kita pantas menengadahkan tangan, setelah sekian
banyak mungkir kita lakukan, setelah seribu dusta kita ucapkan.
Masihkah kita berani mengangkat wajah yang kelam ini di hadapan-Nya
setelah olok-olok ayat-Nya kita pertontonkan, masihkah kita berani
sahabat? Sahabat, Kemana kaki lemah ini hendak melangkah? Kemana jiwa
yang resah ini kita papah? Kemana hati yang sombong ini kita gotong?
Kemana dosa-dosa ini kita bawa? Kemana lagi kita bawa sahabat?? jika
Rabb telah murka. Kepada penguasa duniakah kita mengadu, atau kita
kembali lagi kepada-Nya. Mengeja lagi sebait doa yang mungkin lidah kita
sudah kelu mengulangnya, mari kita coba lagi melantunkannya,
mudah-mudahan Rabbi berkenan menerima pengampunan kita. Sahabat,
Kembalilah pada-Nya, kepada Rabb yang telah memberi kita rezeki. Sebelum
kita benar-benar mengakhiri dunia ini. Titipkanlah kerinduan pada
malam, sampaikan padanya jangan pernah merenggang, agar senantiasa bisa
kita menikmati sepertiga malam, untuk sampaikan pesan agar hidup kita
berlimpah iman. Sahabat, Tiada guna penyesalan, masih ada waktu, mari
kita sama-sama perbaiki diri, benahi hati, sucikan jiwa. Tuailah ibrah
dalam setiap kejadiaan. Mari melangkah kedepan, kita sambut hari esok
penuh ceria, lukislah prestasi, gapai kemajuan, detik ini, besok ataupun
nanti, hari-hari kita harus penuh prestasi. Kelak nanti akan kita
temui kehidupan yang indah, diridhai, diberkahi, tidak saja di dunia
tapi juga di akhirat nanti. Sahabat, Kita adalah mata pena yang tajam,
yang siap menuliskan kebenaran. Kita adalah panah-panah terbujur, yang
siap dilepaskan dari busur. Ya .. Allah, Aku hadapkan wajah kuyu ini
keHadapan-Mu. Aku mohon ampun atas segala khilaf. Aku menyadari betapa
aku sangat lemah dan senantiasa tergantung pada-Mu. Ya Rabb,
Anugerahilah aku ketaatan kepada-Mu sepanjang hayat-ku. Tunjukilah aku
kepada sesuatu yang membuat Engkau ridha kepada ku, dan lindungilah aku
dari segala sesuatu yang menyebabkan terbitnya murka-Mu kepada-ku.
Ya.. Rabb, Aku ketuk pintu taubatmu, ampuni karat-karat dosa-ku.
Leraikan aku dari tamak dunia dan dominasi ambisi. Lepaskan aku dari
sesak durjana dan nafsu amarah yang hanya akan mengurangi kemuliaan-ku
di hadapan-Mu. Ya Rabb, tiada Tuhan selain Engkau, terangilah hati ini
dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar, lapangkanlah dada ini dengan
limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Ya..
Rabbana, Jangan jadikan tafakur ku ini hanya sebatas rangkaian kata dan
penghias lisan-ku. Jadikanlah ia hijab yang tangguh dan kaca yang
bening. Di tengah pertarungan yang haq dan batil dalam hidup-ku yang
senantiasa aku hadapi dalam setiap tarikan nafas-ku. Sulit diri ini
bertahan, jika tidak aku perbaharui terus perjanjianku dengan-Mu. Sulit
aku tenang, jika tidak selalu ku sebut nama-Mu dalam muhasabah
harianku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar